Kamis, 31 Januari 2013

Rabu, 30 Januari 2013

HASIL UKKS 2013

Berikut adalah hasil karya siswa-siswi teknik audio video SMK N 3 Singaraja saat Ujian Kompetensi dan Keahlian Sekolah tahun 2013

Power Amplifier BTL TDA 2030


Power Amplifier OCL TIP3055/TIP2955




Kumpulan Hasil UKKS 2013


Bentuk Amplifier Jadi dan siap di Jual

Minggu, 27 Januari 2013

UKK 2013

Soal UKK 2013

Desainlah Jalur PCB dari rangkaian amplifier berikut ini.

1. OCL
Jalur PCB


2. BTL IC LA4440


Jalur PCB



  3 BTL IC TDA 2030



Foto Kegiatan UKKS2013






Kamis, 24 Januari 2013

RECORDING/MASTER AUDIO


Spesifikasi Komputer Siswa :
- CPU Intel Core I3
- RAM 2GB
- HDD 500GB
- Monitor LCD 19" LG
- SPEAKER SIMBADDA
- DVD RW LG


Spesifikasi Komputer Master Editing Audio/Video 1 :
- CPU Intel Core I5
- RAM 4GB
- HDD 1TB
- VGA NVIDIA 512M
- PINACLE CARD ANALOG/FIREWIRE
- Monitor LCD 19" LG
- Monitor LCD SAMSUNG 19"

- DVD RW LG


Spesifikasi Komputer Master Editing Audio/Video 2 :
- CPU Intel Core I5
- RAM 8 GB
- HDD 500TB
- Monitor LCD 19"GTC DUAL LAYER
-  VGA AMD 1GB
- DVD RW LG

Sound card : BEHRINGER FIREWIRE
Monitor Rekaman/Master : SAMSUNG HOME THEATER
Mixer  BEHRINGER 2222FX
 MICROPHONE  BEHRINGER B3 CONDENSOR, BEHRINGER ULTRALIVE, SAMSON MIC DRUM

STUDIO MUSIK dengan alat lengkap dan akustik ruangan yang handal

KOMPUTER


Spesifikasi Komputer Siswa :
- CPU Intel Core I3
- RAM 2GB
- HDD 500GB
- Monitor LCD 19" LG
- SPEAKER SIMBADDA
- DVD RW LG


Spesifikasi Komputer Master Editing Audio/Video 1 :
- CPU Intel Core I5
- RAM 4GB
- HDD 1TB
- VGA NVIDIA 512M
- PINACLE CARD ANALOG/FIREWIRE
- Monitor LCD 19" LG
- Monitor LCD SAMSUNG 19"

- DVD RW LG


Spesifikasi Komputer Master Editing Audio/Video 2 :
- CPU Intel Core I5
- RAM 8 GB
- HDD 500TB
- Monitor LCD 19"GTC DUAL LAYER
-  VGA AMD 1GB
- DVD RW LG

Kamis, 17 Januari 2013

LIVE SOUND SYSTEM DI KEBUN RAYA BEDUGUL

Hari ini Sound System TAV digunakan dalam acara Tahun baruan dan perkenalan pejabat di dinas pendidikan


















Senin, 14 Januari 2013

INSTALASI SOUND SYSTEM

Tata suara adalah suatu teknik pengaturan peralatan suara atau bunyi pada suatu acara pertunjukan, pertemuan, rekaman dan lain lain. Tata suara memainkan peranan penting dalam suatu pertunjukan langsung dan menjadi satu bagian tak terpisahkan dari tata panggung dan bahkan acara pertunjukan itu sendiri. Tata suara erat kaitannya dengan pengaturan penguatan suara agar bisa terdengar keras tanpa mengabaikan kualitas  suara-suara yang dikuatkan. Pengaturan tersebut meliputi pengaturan mikropon-mikropon, kabel-kabel, prosesor dan efek suara, serta pengaturan konsul mixer, juga audio power amplifier dan speaker-speakernya secara keseluruhan ditunjukkan dalam gambar 2.1.


Gambar 2-1. Piranti elektronika untuk sistem tata suara

Pada kasus awal pengamatan di luar ruangan, jika dimiliki kombinasi mikropon / amplifier / loudspeaker dalam ruang yang sama dan secara berangsur-angsur penguatan amplifier mengeraskan suara  sampai mendekati titik batas  umpan balik. Frekuensi respon kelistrikan berubah dengan penguatan berubah. Ini dinamakan gain bandwidth product yaitu hasil kali besar bandwidth dan penguatan tetap, sehingga bila penguatan diturunkan respon frekuensi bertambah dan sebaliknya .  Akibatnya  mempengaruhi jalur umpan balik akustik antara loudspeaker dan mikropon. Sebagaimana orang berbicara dengan mikropon, mikropon mendengar tidak hanya langsung dari suara pembicara, namun juga gema yang dihasilkan oleh loudspeaker dengan baik.
       Tujuan menggunakan loudspeaker dan mikropon kualitas tinggi karakteristik respon rata, dan penyamaan  sistem suara rata diseluruh titik potensial  umpan balik,   diharapkan bahwa  lintasan  datar pada pendistribusian mencakup frekuensi audio yang dapat didengarkan. Diharapkan keluaran rata-rata dalam cara  demikian,  tingkatan yang dihasilkan oleh loudspeaker yang mencapai mikropon tak pernah  lebih besar dari yang dihasilkan pembicara tanpa mengakibatkan osilasi berkelanjutan. Dalam kata lain, asumsikan bahwa penguatan ekstra yang diberikan oleh semua spike umpan balik positip dikeluarkan seimbang   berupa rugi-rugi  yang dikarenakan semua umpan balik negatip.
            Kriteria Borner untuk optimalisasi sistem secara geometri ditunjukan berikut, mikropon didekatkan pada pembicara sehingga  yang banyak didengar mikropon adalah suara langsung pembiacara.    Pengeras suara cukup jauh,  menjadi baik terhadap pantulan  loudspeaker, sehingga suara langsung dari loudspeaker tidak menjadi faktor  pemicu terjadinya sistem umpan balik. Asumsikan  bahwa pendengar juga dalam bidang pantul loudspeaker, ini memungkinkan bahwa tingkatan suara dalam area pendengaran dengan pengaturan sistem on tidak dapat menjadi lebih besar dari pada   pembicara tanpa bantuan. Dalam hal ini posisi mikropon dengan pengaturan sistem kondisi off.   Dengan menggunakan sistem delta konsep Borner, situasi pada hubungan penguatan maksimum delta adalah satu. (Delta didefinisikan sebagai perbedaan decibel antara tingkatan suara pada sistem mikropon pada saat sistem off dan tingkat area audience pada saat sistem on (gambar 2-2).
            Meskipun telah diuraikan sebagai kondisi potensi penguatan sistem maksimum, dalam prakteknya kemungkinan delta dapat mencapai lebih besar dari pada satu.  Misal, jika mikropon digunakan langsung dapat  memdiskriminasi terhadap bidang pantul dan memungkinkan penguatan sistim lain  3 sampai 4 dB. Kemungkinan lain adalah tempat pendengar dalam bidang langsung dari loudspeaker, memungkinkan adanya penambahan penguatan sistem. Jika tingkat bidang pantul dalam area performansi lebih rendah dari pada area pendengaran, dihasilkan tambahan penguatan sistem. Situasi ini diuraikan Borner sebagai konstanta ruangan dalam area mikropon berbeda dari area tempat duduk.  Hasil serupa mungkin dinotasikan dalam ruang yang mempunyai area lantai yang lebih luas, langit-langit relatip rendah dan substansi penyerap suara. Dalam ruang demikian, suara dari titik sumber cenderung berkurang menuju DC dengan kecepatan 2 atau 3 dB untuk setiap penggandaan jarak. Cara lain, menambah penguatan dengan menekan secara listrik umpan balik positip pada frekuensi individual dengan filter lebar band yang sangat sempit.


Gambar 2-2. Tata suara ruangan www.jbl.com

Jika satu kanal dapat mendapatkan semua energy  frekuensi umpan balik negatip, penguatan sistem potensial secara teori menjadi tak hingga. Sayangnya, jalur umpan balik akustik tidak cukup stabil untuk mengijinkan ke tingkat ini dari  penyamaan band sempit. Dalam situasi lain, pengaturan penguatan dicapai pada saat terjadi osilasi berkelanjutan.   Sistem tidak dapat dioperasikan secara memuaskan  pada suatu titik di bawah osilasi karena tidak sesuai respon filter  comb dan timbul ringing disebabkan oleh puncak umpan balik positip. Untuk kembali ke respon frekuensi datar dan bebas ringing yang terdengar, biasanya direkomendasikan sistem diekualisasi secara tepat, sistem dioperasikan 6 dB di bawah titik penguatan maksimum.    Bahkan  secara rinci sistem disetel menggunakan filter bandsempit dioperasikan  pada penguatan lebih besar dari pada 3 dB dibawah osilasi berkelanjutan.

2.2. Kalkusasi Bidang Suara Untuk Ruang Kecil
Pertimbangan ruang yang ditunjukkan gambar 2-3. ini merupakan ruang pertemuan kecil  tipikal atau ruang kelas yang mempunyai volume kurang dari 80 m3. Rerata koefisien penyerapan adalah 0,2. Luas permukaan total adalah 112 m2.  Oleh karena itu ruang tetap adalah 28 m2. Sehinga jarak kritis dengan pembicara (indeks nomimal keterarahan adalah 3 dB). Dalam contoh diberikan DC untuk sumber yang mempunyai indeks keterarahan 3 dB adalah 1 meter. Gambar juga menunjukkan hubungan geometris dengan pembicara, pendengar, mikropon dan loudspeaker diletakkan pada dinding sederhana yang mempunyai indeks keterarahan 6 dB sepanjang sumbu pendengar. Mikropon diasumsikan omdirectional.

DASAR SINYAL VIDEO


Sebuah gambar pada dasarnya tersusun dari sekumpulan titik-titik wara. Untuk mengetahuinya, prinsip pertama adalah dengan membagi suatu gambar menjadi titik-titik warna (color dots) caranya dengan memperbesar gambar menjadi beberapa kali lipat sehingga tampak kotak-kotak. Perhatikan gambar di bawah ini. Otak kita secara otomatis akan mengumpulkan kembali titik-titik tersebut menjadi sebuah gambar. Tetapi jika diperbesar kembali, gambar tampak berbeda dan terlihat ada kotak-kotak pembentuk gambar. Bukan hal yang mudah untuk mengenali gambar seperti ini, seperti halnya pemrosesan pada program komputer untuk memahami sebuah gambar. Satu-satunya cara kita untuk melihat yang benar-benar terjadi adalah dengan memperbesar gambar tersebut, sampai otak kita tidak dapat mengolah/memahami gambar tersebut. Layar televisi dan komputer menyaring (seperti halnya foto pada majalah dan surat kabar) tersusun dari kumpulan titik-titik pembentuk gambar. Pada televisi atau komputer, titik ini disebut pixel (picture element) dengan ukuran jumlah titik horisontal x jumlah titik vertikal. Misalnya layar dengan resolusi 1024x768 pixel, artinya ada 1024 titik horisontal untuk tiap 1 titik vertikal. Jadi totalnya ada 786.432 titik pembentuk gambar. Karena begitu banyaknya titik element gambar, maka gambar terlihat lebih halus.
Ada 2 cara mendeskripsikan ukuran dari sebuah layar yaitu aspek ratio dan ukuran layar (screen size). Secara turun temurun, display komputer seperti TV pada umumnya mempunyai sebuah aspek rasio 4:3. Artinya perbandingan dari lebar dan tinggi layar adalah 4:3. Untuk layar lebar (widescreen) memiliki aspek ratio 16:9 (ada beberapa yang perbandingannya 16:10 atau 15:9). Layar ini biasanya digunakan untuk menampilkan film DVD yang memiliki format widescreen. Sistem HDTV juga menggunakan aspek ratio 16:9. Semua tipe dari display termasuk  permukaan proyeksi (projection surface), biasanya dikenal sebagai layar (screen). Ukuran layar secara normal diukur dengan satuan inchi, dimulai dari satu sudut sampai sudut seberang lain secara diagonal. 

INSTALASI AUDIO VIDEO MOBIL


Perangkat hiburan berupa home theater mungkin bagi kebanyakan orang sudah menikmati dan dapat menilai kualitasnya. Menikmati film ataupun musik dengan kualitas setara dengan yang ada di gedung bioskop, mampu memberikan suatu nilai kepuasan tersendiri. Namun, jika hal itu dinikmati dalam mobil, akan lain lagi ceritanya.
Diawali tahun 1983 Zed audio merupakan perusahaan pertama kali yang membuat penguat mobil 200 watt per kanal. Speaker pertama kali digunakan dari home audio yang ada dalam  pasaran professional diinstall sederhana pada kendaraan. Bagaimanapun, ini tidak cocok untuk temperatur ekstrim  dan getaran yang  normal suatu mobil. Pengarah  dimodifikasi dan dikembangkan untuk mengatasi faktor ini.
Persaingan car audio dimulai sejak awal tahun 1980 setelah ditemukan instalasi yang paling keras. Misal tahun 1985 Wayne Harris terkenal memodifikasi Cadillac Hearse 3 fitur subwoofer 24 inchi sebaik seperti 8 subwoofer 12 inchi. Awalnya sedikit pertimbangan diberikan untuk kualitas suara, namun pada awal tahun 1990 beberapa organisasi termasuk di dalamnya IASCA, mengawali persaingan car audio difokuskan pada kualitas suara. Terdapat dua gaya SPL dibandingkan kualitas suara, satu sama lain hamper menjadi ekslusif. Persaingan dalam hal kenyaringan dikenal sebagai dB drag racing. Sekarang MEASQ mengantarkan persaingan kualitas suara secara nasional di Australia.
Keberhasilan home theater sebagai hiburan rumah telah mengimbas pada dunia modifikasi mobil, dalam hal ini sistem audio dan video mobil sehingga mencuatlah sebuah tren yang bernama car theatre atau car audio video atau kadang disebut juga in car entertainment. Konsepnya, tentu berbeda dengan sistem audio dan video biasa, meski kualitas suara serta display gambar sama-sama diaplikasi. Perbedaan yang paling mendasar adalah dengan hadirnya speaker khusus yang disebut center channel speaker untuk ditempatkan di bagian depan tengah yang memang tidak dipakai dalam tatanan SQ (sound quality) dan SPL (sound pressure level). Dalam sebuah sistem car audio video yang dicari adalah suatu suara yang bisa menghasilkan berbagai efek suara, seperti staging (efek panggung), maging, surround, ambience, serta akurasi suara yang baik. Sistem surround termasuk salah satu yang paling dititik beratkan, di mana dewasa ini dikenal beberapa sistem
surround, di antaranya Dolby Digital, THX, DTS 5.1, serta yang tercanggih DTSES. Surround DTS 5.1 merupakan yang paling banyak dipakai saat ini. Tak beda dengan sistem home theater DTS 5.1 merupakan sistem surround dengan output berbeda-beda untuk setiap kanalnya. Jadi terdapat 5 kanal keluaran yang berbeda. Surround DTS 5.1 sendiri dihasilkan oleh sebuah processor DTS 5.1 yang terdapat pada main unit DVDDTS. Contohnya, Pioneer AVH P7550 DVD dan Clarion VRX935 DVD, yang merupakan main unit berupa indash TV monitor dengan dilengkapi processor DTS 5.1 berikut kelengkapan player DVD, VCD, MP3, CD-RW, CD, dan radio. Jika main unit bukan sebuah DVD DTS, keluarannya akan memakai Dolby Digital atau Virtual Surround 5.1. Namun, menurut Erwin Kosasih dari rumah audio Radius Mobile Works Bandung, jika main unit berupa DVD biasa yang berarti belum memiliki format dts, sebuah processor DTS 5.1 bisa dicangkokkan untuk menghasilkan surround DTS 5.1 tersebut.
Kebutuhan sebuah sistem car theatre meliputi:
·         sebuah main unit DVD
·         satu set speaker depan yang terdiri dari mid bass 6 inci dan sepasang tweeter
·         satu set speaker belakang coaxial (sesumbu) atau terpisah,  berukuran 5 atau 6 inci.
·         satu unit centre channel
·         satu atau dua unit subwoofer
·         satu atau dua unit power amplifier yang sudah mendukung sistem surround DTS 5.1
·         beberapa TV monitor.
Dan yang paling penting tentu pemasangan dan penempatan dari perangkat-perangkat tersebut, karena berbeda dengan penempatan untuk sistem SQ dan SPL. Centre channel bisa ditempatkan di atas dashboard atau di atas TV monitor. Dan untuk speaker depan bisa dipasang pada panel pintu bagian paling depan atas. Sementara untuk speaker belakang, sudut paling atas di bagian mobil bisa jadi pilihan.
Khusus untuk subwoofer, bagian depan kabin mobil merupakan tempat yang paling ideal. Namun, sehubungan dengan penempatan di bagian tersebut cukup menyulitkan, maka menempatkan subwoofer di bagian belakang mobil kerap menjadi pilihan yang sulit untuk ditolak lagi. Pemasangan benar menjadi keutamaan agar subwoofer di belakang tidak menjadi masalah.   
Penggunaan TV monitor, hendaknya cukup dipakai beberapa saja disesuaikan dengan kebutuhan. Begitu pula dengan pemakaian power amplifier dan subwoofer. Cukup masing-masing satu unit. Asalkan sanggup mendukung dan memenuhi kebutuhan, efisiensi ruang mobil akan lebih mudah diwujudkan. Selain itu, dalam segi pemeliharaan, jumlah perangkat yang lebih sedikit tentu perawatannya akan lebih efektif. 


HOME THEATER


8.1   Pendahuluan
Sampai sekarang cara terbaik menonton film adalah pergi ke gedung bioskop. VCR telah memudahkan orang untuk menyewa atau membeli film dan menontonnya dirumah, namun TV tidak sebanding dengan layar lebar di gedung bioskop dan sistem suara yang surround. Tidak hanya layar TV yang dapat dibandingkan melainkan juga kualitas speaker rendah, format film tidak sesuai dengan layar TV.
­            Keberadaan DVD yang mampu menghadirkan kualitas gambar setara dengan gambar layar lebar, mengakibatkan banyak  orang kembali ke ruang TV untuk dijadikan sebagai home teater. Home teater diupayakan menggunakan proyektor dan layar yang mahal. Perkembangan teknologi telah memberikan pilihan untuk melakukan pengaturan home teater yang lebih tenang, nyaman dengan kualitas suara dan gambar yang sangat serasi.

8.2   Pengertian Home Teater
Home teater  sebenarnya  istilah ini lebih  mendekati hiburan rumah. Sistem home teater pada umumnya merupakan kombinasi dari perancangan komponen elektronik untuk menciptakan pengalaman menonton film dalam suatu ruang teater  yang mengasyikan dari pada bila menonton televisi.  Untuk melihat bagaimana home teater melakukan
hal ini, marilah  kita perhatikan model asli gedung bioskop. Pada saat gambar dan suara datang, teater dapat memberikan pengalaman yang menakjubkan yang tidak dapat diperoleh di rumah.  Terdapat beberapa komponen utama yang membuat menonton televisi dan pergi ke gedung bioskop sangat berbeda.
·      Salah satu perbedaan terbesar adalah pengalaman suara. Bila melihat film kualitas gedung bioskop, akan merasakan pendengaran musik, efek suara dan dialog tidak berasal dari layar namun semua ada disekitar. Terdapat  standar teater  film bioskop yaitu memiliki tiga speaker di belakang layar, satu di sebelah kiri, satu di tengah dan satu lagi di sisi kanan dan beberapa speaker lain menyebar  diruang teater.
    Ini dinamakan sistem suara surround,  akan terdengar berbeda suara soundtrack yang berasal dari tempat yang berbeda. Bila seseorang berada disisi kiri layar mengatakan sesuatu, akan lebih terdengar dari speaker kiri. Sebagaimana dalam film Star Wars  suara gemuruh kepergian berasal dari depan teater menuju belakang pesawat angkasa yang terbang mengarah kamera hilang di layar. Penonton akan dilibatkan dalam pengalaman menonton film karena dunia film ada disekitar penonton.  
·      Komponen utama kedua bioskop adalah ukuran layar film yang besar. Dalam gedung bioskop layar mengambil bidang penglihatan yang sangat penting, membuat sangat mudah untuk melihat dan  penonton membenamkan diri pada film. Setelah duduk di ruang gelap hanya satu yang dilihat dan semua nampak lebih besar dan hidup.
·      Menonton lebih  nyaman karena dapat menonton semuanya dengan baik. Proyektor film menampilkan gambar dalam ukuran besar, lebih jelas. Detail gambar lebih  tajam dari pada jika dilihat dari televisi 19 inci, dan gerakan kelihatan lebih mengalir. Mungkin tidak  dengan sadar mengenali ini, tetapi ini  membuat suatu perbedaan penting  bagaimana kita menikmati suatu bioskop. Bisa dilihat lebih detail, lebih  memikat  dalam dunia perfilman. Gagasan dasar home teater merupakan penciptaan kembali elemen-elemen peralatan rumah.


INSTALASI CCTV

 Elemen Sistem CCTV
Perancangan sistem CCTV membutuhkan seorang perancang untuk memadukan sejumlah peralatan penting. Secara individu, peralatan rumit, namun bagaimana masing-masing berinteraksi satu sama lain sangat penting.  Ditunjukkan dalam gambar di bawah ini sistem terdiri dari 6 elemen yang perlu dipertimbangkan bila digunakan dalam perancangan sistem CCTV meliputi :

  •   pengambilan gambar lingkungan
  •  lensa kamera
  •  media transmisi
  •  monitor
  • manajemen sinyal video dan peralatan pengendali.
CCTV dimanfaatkan untuk meninjau ulang, peristiwa pada area pengawasan yaitu area  yang diamati beserta lingkunganya. Ini meliputi pencahayaan, cuaca, keamanan dari peralatan CCTV dan detail yang diinginkan dari gambar yang diperagakan oleh monitor. Lensa merupakan komponen optikal dari sistem yang menggambarkan gambar layar meliputi ukuran, bentuk dan focus.

VERSI LENGKAP DOWNLOAD DISINI

KONVERSI KASET


PRINSIP KONVERSI

 

Sejarah Singkat Kaset Tape
}  Compact audio cassette diperkenalkan oleh Philips sebagai media penyimpanan audio di Eropa pada tahun 1963.  Kemudian pada tahun 1965 mulai diproduksi secara massal.
}  Materi magnet original pada pita kaset adalah gamma ferik oksida (Fe2O3).
  
Sejarah Singkat Compact Disc (CD)

}  CD = sebuah piringan bundar (cakram) yang terbuat dari logam/plastik berlapis bahan yang dapat dialiri listrik, sehingga bersifat magnet.
}  Penemu CD adalah James T. Russell
}  CD dapat menyimpan data maksimum 783 MB
}  Disc terbuat dari bahan polycarbonate yang dilapisi dengan alumunium karena permukaannya yang reflektif.

Perangkat yang digunakan
  1. Tape Player
  2. Kabel RCA ke Jack Mini Stereo
  3. Sound Card Internal / External
  4. PC / Laptop
  5. CD/DVD RW
  6. Software Adobe Audition
  7. Software NERO BURNING
  8. Headphone/Speaker Monitor

Perangkat Lunak
DAW (Digital Audio Workstation) yang digunakan adalah DAW yang bisa melakukan proses perekaman suara secara STEREO / dua track mono sekaligus. Seperti :
}  NERO WAVE EDITOR
}  AUDACITY
}  COOL EDIT PRO/ADOBE AUDITION
}  WAVE LAB
}  Dll


DOWNLOAD : POWER POINT "CLICK HERE"


Yang belum memiliki software editing mastering audio, download saja disini
  ADOBE AUDITION 1.5(CLICK HERE)



PEMBUATAN MASTER AUDIO

Mengapa audio perlu di-mastering?

Audio perlu dimastering karena agar audio itu menghasilkan tingkat Loudness (kekerasan suara), ekualisasi, harmoni, stereo image mirip dengan hasil rekaman profesional (seperti yang adala pada audio di CD komersil)
  1. Bagaimana cara me-mastering audio?
  2. Bagaimana langkah – langkah mastering audio?
  3. Equalization (linear and linear phase).
  4. Compression (full frequency and multiband).
  5. Digital limiting.
  6. Dither.
  7. Harmonic simulation (tube or tape emulation).
  8. Noise shaping.
  9. Stereo-field enhancement.
  10. Editing.
Berapa besar level audio saat pra-mastering?
Pada saat me-mastering lagu sebaiknya lagu hasil mixing (seperti adobe auditions)  di MIXDOWN / RENDER dari DAWterlebih dahulu ke format minimal WAV dengan sample rate 48KHz 24bit dengan level Volume antara -6 dB sampai -3 dB. Level ini digunakan agar hasil mixdown lagu kita memiliki dymanic Range yang besar, ,jadi lagu tersebut pada saat di mastering tidak terkesan Over,

Berapa besar level audio saat mastering?
Nah setelah mengalami proses pengeditan seperti EQ, compressor, Limit, dll pada saat akhir proses mastering , kita harus menentukan berapa besar level audio/tingkat kekerasan master audio tersebut.Tingkat kekerasan audio setiap audio ini beda-beda tergantung genre musik yang dimaster… cara mudah menentukan ini yaitu kita mengguakan lagu reverensi dengan genre musik yang mirip dengan musik yang kita kerjakan, atau dengan mengikuti tabel standari DR yang telah ada.



Beberapa Tips dalam me-mastering lagu...

Tips mastering 1: Perkaya telinga dengan mendengarkan CD-CD referensi ORIGINAL.

Tentukan genre musik dari lagu yang akan anda mastering, kemudian pinjam (jika anda keberatan membeli album band yang tidak sukai) beberapa cd album dari artis – artis besar di genre tersebut dan dengarkan lagu-lagu mereka (NOTE: referensi sebaiknya dari cd audio dan bukan mp3). Hal ini biasa saya lakukan untuk membiasakan telinga saya dengan sound dari lagu-lagu di genre tersebut, karena bagaimanapun setiap genre musik memiliki ciri khas sound yang dihasilkan terutama dari settingan eq dan power RMS. “Ritual” mendengarkan cd lagu lainpun biasanya saya lakukan disela sela proses mastering untuk mengistirahatkan dan merefresh telinga karena ketika anda melakukan mastering, tentunya lagu yang anda mastering tersebut anda dengar berulang-ulang kali.

Tips mastering 2: Pada saat mastering audio, dengarkan lagu tersebut dari beberapa posisi.

Jadilah audio engineer yang lincah :), yang tidak terpaku duduk ditengah speaker monitor. Pada saat mendengarkan lagu yan sedang anda mastering, terkadang anda harus bergeser sedikit ke kiri, sedikit ke kanan, berdiri dan mundur kebelakang untuk mendengarkan sound dari lagu yang sedang anda mastering dari berbagai posisi (bahkan saya biasanya sedikit menaikan volume lagu yang saya mastering kemudian membuka pintu studio dan mendengarkan lagu yang saya mastering tersebut dari ruangan sebelah). Hal tersebut dikarenakan speaker monitor studio merupakan speaker yang telah diset terfokus ke telinga engineer yang pada umumnya duduk di tengah speaker-speaker tersebut, sementara anda sebagai engineer harus membuat lagu yang sedang anda mastering tetap terdengar “baik” dari posisi manapun orang lain akan mendengarnya.



Tips mastering 3: Dengarkan lagu yang sedang anda mastering pada mode mono

Terkadang (biasanya secara tidak sengaja) orang lain mendengarkan lagu anda pada mode ini, entah karena salah satu speaker dari sound system mereka bermasalah, ataupun mereka mendengarkan lagu dari tape deck kakek mereka :). Atau, jika anda mendaftarkan lagu yang anda mastering untuk RBT yang dapat didownload oleh orang lain-pun, umumnya para content provider meminta lagu anda dengan durasi 30 detik dan pada mode mono.
Pada saat anda mendengarkan lagu yang sedang anda mastering pada mode mono, jelas anda tidak akan dapat mendengarkan lagu tersebut dengan sound yang bagus, namun konsep utamanya adalah : membuat hasil mastering audio lagu yang meskipun didengarkan pada mode mono, tidak terlalu terdengar “berantakan”. Untuk melakukan proses “mono checking” ini, saya biasanya menggunakan software Izotope Ozone. Pada software tersebut, anda dapat menemukan konfigurasi mono dibagian Multiband Stereo Imaging kemudian mencentang bagian Show Channel Ops.


Tips mastering 4: Dengarkan hasil mastering audio lagu anda pada level volume berbeda

Dengarkan lagu yang anda mastering pada volume normal, namun secara berkala dengarkan lagu tersebut pada volume yang keras, sangat keras, pelan dan sangat pelan untuk mengetahui bagaimana sound dari lagu tersebut ketika orang lain mendengarkannya dengan level volume yang pastinya sangat beragam.


Tips mastering 5: Dengarkan di sound system dan speaker yang berbeda

Buatlah beberapa versi dari hasil mastering anda, kemudian burn kedalam CD audio dan dengarkan hasilnya pada stereo system di rumah, kantor, laptop ataupun di mobil. Tidak usah terlalu terobsesi untuk mencari detail perbedaan secara spesifik, tapi hanya sebagai gambaran hasil mastering anda jika di dengarkan di tempat lain.

Tips mastering 6: Dengarkan lagi besok pagi

Ketika anda telah merasa puas dengan hasil mastering audio yang anda lakukan pada lagu anda (ataupun kebalikannya, merasa frustasi karena tidak mendapatkan hasil yang anda inginkan), matikan lagu tersebut kemudian tidur dan dengarkan kembali hasil mastering audio anda pada keesokan paginya. Hal ini selalu saya lakukan dan terbukti telah dapat membuat saya menemukan kesalahan-kesalahan yang saya lakukan pada saat mastering sehari sebelumnya. Bahkan pada proyek-proyek tertentu yang tidak memiliki deadline yang mendesak, saya mematikan hasil mastering lagu tersebut untuk mendengarkannya kembali 2- 3 hari kemudian agar telinga saya bener-benar telah ter-refresh.

Tips tambahan untuk mastering audio lagu :

Jika proyek lagu yang sedang anda kerjakan adalah proyek dimana anda adalah musisi, arranger ataupun mixing engineer, bahkan merangkap produsernya, sebisa mungkin serahkan proses mastering ini pada audio engineer lain. Atau paling tidak, mintalah audio engineer lain melakukan proses mastering lagu anda sebagai perbandingan dengan hasil mastering anda sendiri. Hal ini disebabkan karena bagaimanapun sebagai orang yang telah terlibat diproses pembuatan lagu, anda terlalu “dekat” secara emosional dengan lagu anda tersebut, sehingga sulit untuk dapat mendengarkannya secara objektif . Dan pada posisi tidak objektif ini anda bisa saja terjebak pada kesalahan-kesalahan mendasar, seperti misalnya terlalu banyak memberikan extra treatment pada suara-suara yang sebenarnya tidak akan terlalu didengarkan oleh orang lain, ataupun kebalikannya, anda tidak terlalu mengekspos suara-suara yang sebenarnya terdengar jelas atau ingin didengar oleh orang lain.

sumber : http://andrianroult.blogspot.com/ ; modul pembelajaran mastering audio SMK ;  E-book Mastering Audio Protools 8


Materi pembuatan master lainya : E-BOOK DOWNLOAD DISINI


Yang belum memiliki software editing mastering audio, download saja disini
  ADOBE AUDITION 1.5




Contoh audio hasil editan di adobe audition.format WAVE standar audio preofesional

1. BELUM DIMASTER (download disini)

2. SUDAH DUMASTER (download disini)




REKAMAN AUDIO

Sebelum mempelajari rekaman audio sebaiknya memiliki dulu software ini...
  ADOBE AUDITION 1.5

PENGUKURAN

Ini adalah beberapa alat ukur yang biasa digunakan dalam kegiatan pratek di kompetensi keahlian Teknik Audio Video SMK N 3 Singaraja.


 Osciloscope

Pattern Generator


 
Program Keahlian Teknik Audio Video Jln. Gempol Banyuning, SMK N 3 Singaraja