Senin, 14 Januari 2013

INSTALASI AUDIO VIDEO MOBIL


Perangkat hiburan berupa home theater mungkin bagi kebanyakan orang sudah menikmati dan dapat menilai kualitasnya. Menikmati film ataupun musik dengan kualitas setara dengan yang ada di gedung bioskop, mampu memberikan suatu nilai kepuasan tersendiri. Namun, jika hal itu dinikmati dalam mobil, akan lain lagi ceritanya.
Diawali tahun 1983 Zed audio merupakan perusahaan pertama kali yang membuat penguat mobil 200 watt per kanal. Speaker pertama kali digunakan dari home audio yang ada dalam  pasaran professional diinstall sederhana pada kendaraan. Bagaimanapun, ini tidak cocok untuk temperatur ekstrim  dan getaran yang  normal suatu mobil. Pengarah  dimodifikasi dan dikembangkan untuk mengatasi faktor ini.
Persaingan car audio dimulai sejak awal tahun 1980 setelah ditemukan instalasi yang paling keras. Misal tahun 1985 Wayne Harris terkenal memodifikasi Cadillac Hearse 3 fitur subwoofer 24 inchi sebaik seperti 8 subwoofer 12 inchi. Awalnya sedikit pertimbangan diberikan untuk kualitas suara, namun pada awal tahun 1990 beberapa organisasi termasuk di dalamnya IASCA, mengawali persaingan car audio difokuskan pada kualitas suara. Terdapat dua gaya SPL dibandingkan kualitas suara, satu sama lain hamper menjadi ekslusif. Persaingan dalam hal kenyaringan dikenal sebagai dB drag racing. Sekarang MEASQ mengantarkan persaingan kualitas suara secara nasional di Australia.
Keberhasilan home theater sebagai hiburan rumah telah mengimbas pada dunia modifikasi mobil, dalam hal ini sistem audio dan video mobil sehingga mencuatlah sebuah tren yang bernama car theatre atau car audio video atau kadang disebut juga in car entertainment. Konsepnya, tentu berbeda dengan sistem audio dan video biasa, meski kualitas suara serta display gambar sama-sama diaplikasi. Perbedaan yang paling mendasar adalah dengan hadirnya speaker khusus yang disebut center channel speaker untuk ditempatkan di bagian depan tengah yang memang tidak dipakai dalam tatanan SQ (sound quality) dan SPL (sound pressure level). Dalam sebuah sistem car audio video yang dicari adalah suatu suara yang bisa menghasilkan berbagai efek suara, seperti staging (efek panggung), maging, surround, ambience, serta akurasi suara yang baik. Sistem surround termasuk salah satu yang paling dititik beratkan, di mana dewasa ini dikenal beberapa sistem
surround, di antaranya Dolby Digital, THX, DTS 5.1, serta yang tercanggih DTSES. Surround DTS 5.1 merupakan yang paling banyak dipakai saat ini. Tak beda dengan sistem home theater DTS 5.1 merupakan sistem surround dengan output berbeda-beda untuk setiap kanalnya. Jadi terdapat 5 kanal keluaran yang berbeda. Surround DTS 5.1 sendiri dihasilkan oleh sebuah processor DTS 5.1 yang terdapat pada main unit DVDDTS. Contohnya, Pioneer AVH P7550 DVD dan Clarion VRX935 DVD, yang merupakan main unit berupa indash TV monitor dengan dilengkapi processor DTS 5.1 berikut kelengkapan player DVD, VCD, MP3, CD-RW, CD, dan radio. Jika main unit bukan sebuah DVD DTS, keluarannya akan memakai Dolby Digital atau Virtual Surround 5.1. Namun, menurut Erwin Kosasih dari rumah audio Radius Mobile Works Bandung, jika main unit berupa DVD biasa yang berarti belum memiliki format dts, sebuah processor DTS 5.1 bisa dicangkokkan untuk menghasilkan surround DTS 5.1 tersebut.
Kebutuhan sebuah sistem car theatre meliputi:
·         sebuah main unit DVD
·         satu set speaker depan yang terdiri dari mid bass 6 inci dan sepasang tweeter
·         satu set speaker belakang coaxial (sesumbu) atau terpisah,  berukuran 5 atau 6 inci.
·         satu unit centre channel
·         satu atau dua unit subwoofer
·         satu atau dua unit power amplifier yang sudah mendukung sistem surround DTS 5.1
·         beberapa TV monitor.
Dan yang paling penting tentu pemasangan dan penempatan dari perangkat-perangkat tersebut, karena berbeda dengan penempatan untuk sistem SQ dan SPL. Centre channel bisa ditempatkan di atas dashboard atau di atas TV monitor. Dan untuk speaker depan bisa dipasang pada panel pintu bagian paling depan atas. Sementara untuk speaker belakang, sudut paling atas di bagian mobil bisa jadi pilihan.
Khusus untuk subwoofer, bagian depan kabin mobil merupakan tempat yang paling ideal. Namun, sehubungan dengan penempatan di bagian tersebut cukup menyulitkan, maka menempatkan subwoofer di bagian belakang mobil kerap menjadi pilihan yang sulit untuk ditolak lagi. Pemasangan benar menjadi keutamaan agar subwoofer di belakang tidak menjadi masalah.   
Penggunaan TV monitor, hendaknya cukup dipakai beberapa saja disesuaikan dengan kebutuhan. Begitu pula dengan pemakaian power amplifier dan subwoofer. Cukup masing-masing satu unit. Asalkan sanggup mendukung dan memenuhi kebutuhan, efisiensi ruang mobil akan lebih mudah diwujudkan. Selain itu, dalam segi pemeliharaan, jumlah perangkat yang lebih sedikit tentu perawatannya akan lebih efektif. 


 
Program Keahlian Teknik Audio Video Jln. Gempol Banyuning, SMK N 3 Singaraja